AKIBAT MENOLAK KEBENARAN AL-QURAN
Sikap manusia yang merugikan, apabila sampai peringatan dari Al-Quran, mereka menafikan kebenaran. Padahal jika mereka tahu akibat buruk menolak kebenaran itu, tentulah mereka beriman kepadanya. Malah menuduh Rasul utusan diajar seseorang kepadanya. Alangkah buruk sangkaan mereka.
Sekalipun demikian, mereka juga berpaling ingkar daripada menerima keterangannya sambil berkata (sesama sendiri): "Dia seorang yang diajar (oleh bangsa asing), dia juga seorang yang gila!" (Ad-Dukhaan 44:14)
Mereka berbangga dengan ilmu yang ada pada mereka, yang diajar nenek moyang ( orang-orang dahulu), apabila diminta dalil dari Al Quran mereka tidak dapat menjelaskan. Apa mereka sangka utusan bercakap sembarangan, dia datang untuk mengajak manusia beriman kepada Allah tanpa menyekutukan Nya. Dan dia merasa berat akibat-akibat yang bakal menimpa apabila menolak kebenaran. Pada hari itu, Namun, tugasnya hanyalah menyampaikan.
Kerana pada masa mereka didatangi oleh Rasul-rasul yang diutus kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan (untuk menyelamatkan mereka, mereka mengejek-ejeknya, dan) mereka bergembira dengan pengetahuan yang ada pada mereka ; dan dengan yang demikian mereka pun diliputi oleh azab yang mereka ejek-ejek dahulu.
(Ghaafir 40:83)
Apabila ditimpa azab, malah mereka bangkit menyombongkan diri. "Kerana engkaulah (utusan) kami dibinasakan (diazab)". Mereka dibinasakan disebabkan diri mereka sendiri. Tidak akan menimpa azab ke atas seseorang melainkan atas izin tuhan, dan Allah tidak menzalimi. Tidak ada yang menhalang mereka untuk menerima kebenaran disaat, ayat ayat tuhan dibacakan. Melainkan penyakit hati sombong dan bangga diri. Tidak kah mereka sedar, sesiapa yang menolak kebenaran firman tuhan akan ditimpakan azab?
Maka alangkah eloknya kalau mereka berdoa kepada Kami dengan merendah diri (serta insaf dan bertaubat) ketika mereka ditimpa azab Kami? Tetapi yang sebenarnya hati mereka keras (tidak mahu menerima kebenaran), dan Syaitan pula memperelokkan pada (pandangan) mereka apa yang mereka telah lakukan.
(Al-An'aam 6:43)
Mengapa manusia ditimpa kehinaan, kemiskinan dan kemurkaan dari Tuhan. Apabila dibacakan ayat-ayat Al Quran mereka mengatakan, "apakah ayat-ayat yang engkau bacakan ini, kami telah belajar dengan ustaz, mufti, ulama (guru yang datang lebih dahulu, atau dikenal orang- orang dahulu) mereka telah menetapkan perkara itu dan ini, demikianlah fahaman dan agama kami". Maka dilemparlah ayat-ayat Al Quran dibelakang pungung mereka, seolah olah murah tak berharga.
Mereka ditimpakan kehinaan di mana sahaja mereka berada, kecuali dengan adanya sebab dari Allah dan adanya sebab dari manusia. Dan sudah sepatutnya mereka beroleh kemurkaan dari Allah, dan mereka ditimpakan kemiskinan. Yang demikian itu, disebabkan mereka sentiasa kufur ingkar akan ayat-ayat Allah, dan mereka membunuh Nabi-nabi dengan tiada alasan yang benar. Semuanya itu disebabkan mereka derhaka dan mereka sentiasa menceroboh.
(Ali'Imraan 3:112)
Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak di dalamnya.
(An-Nisaa' 4:82)
Jangan takut untuk membaca "TAFSIR", selalu kita dengar, 'janganlah kalian membaca sendiri terjemahan Al Quran, nanti tersesat. Orang itulah yang sesat lagi menyesatkan orang lain. Al-Quran adalah CAHAYA petunjuk. Apabila membaca Al Quran, mintalah perlindungan dari hasutan syaitan dan bacalah. Sebagai Cahaya petunjuk, orang yang membaca Al-Quran akan dibimbing kepada kebenaran. Jika tidak faham, carilah ilmu untuk memahaminya.
Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNya, dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya yang terang-benderang, dengan izinNya; dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.
(Al-Maaidah 5:16)
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui. –
(Al-Qalam: 44)
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(Al Araf 36)
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
(Al Araf 40)
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
(At Taqabun 10)
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.
(Fussilat 41)
Beriman ini bukan mengakui dengan lidah sahaja, tetapi dia juga mengetahui apa yang terkandung didalam Al-Quran, memahami ayat ayat Al-Quran dan mempraktiknya dan apabila dibacakan ayat ayat Al-Quran, segera mengakui kebenarannya (bersujud). Bukannya menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Allah.

No comments:
Post a Comment