Saturday, 6 July 2024

KISAH RAJA DHULQARNAIN DAN PENGEMBARAANNYA

 KISAH RAJA DHULQARNAIN DAN PENGEMBARAANNYA

Sosok Dhulqarnain adalah seorang raja yang membangun tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj. Dhulqarnain adalah seorang tokoh dalam Al-Qur’an. Dia juga disebutkan dalam berbagai hikayat dan legenda rakyat. Raja Dhulqarnain terkenal dengan kisah pengembaraannya ke berbagai belahan dunia.

Beberapa penafsir dan sejarawan berusaha mengidentifikasi jati diri Dhulqarnain dengan beberapa tokoh sejarah. Pendapat paling masyhur menyebutkan Dhulqarnain adalah Aleksander Agung. Dhulqarnain hanyalah satu julukkan atau gelaran Raja, baginda sebenarnya adalah Nabi Yusuf As anak Nabi Yaakob As bersama Ratu Saba. Nabi Yusuf As digelar Dhulqarnain kerana baginda memiliki dua roh, roh manusia iaitu roh Nabi Yusuf As dan roh jinns iaitu Raja Dhulqarnain anak Nabi Daud As.

Al-Qur’an menyebut nama Dhulqarnain sebanyak tiga kali. Kisahnya disebutkan dalam Surah Al-Kahfi (18): 83-102.


Awalan

“ (83) Dan mereka bertanya kepadamu  tentang Dhulqarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya.” (84) Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu, ”

Perjalanan ke barat

“ (85) Maka dia pun menempuh suatu jalan. (86) Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum . Kami berfirman, “Wahai Dhulqarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.” (87) Dia (Dhulqarnain) berkata, “Barangsiapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. (88) Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”

Perjalanan ke timur

“ (89) Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain). (90) Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu, (91) demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Dhulqarnain). ”

Kaum yang tidak dilindung Cahaya adalah kaum malaikat

Membangun benteng untuk kaum yang terancam Ya’juj dan Ma’juj

“ (92) Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). (93) Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. (94) Mereka berkata, “Wahai Dhulqarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerosakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?” (95) Dia (Dhulqarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka. 

(96) Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Dhulqarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).” (97) Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya. (98) Dia (Dhulqarnain) berkata, “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.” (99) Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Yakjuj dan Makjuj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya. ”

Kaum yang tidak difahami pembicaraannya itu adalah kaum alam semesta.





No comments:

Post a Comment

SOLAT MUSAFIR (JAMA' DAN QASAR)

  SYARAT SAH SOLAT MUSAFIR Perjalanan yang jaraknya hingga 81 km dan lebih. Perjalanan tersebut tidak bertujuan tidak baik. Dalam keadaan be...