IKHLAS Dari Dzun Nuun RahimahulLahu ta'ala, menyebutkan tiga tanda ikhlas:- 1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain. 2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat. 3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia). (At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi)
Ikhlas mempunyai 3 Tingkat.
TINGKAT TERTINGGI
1) Tingkatan ikhlas TERTINGGI adalah apabila melakukan ibadah hanya kerana Allah semata mata dan penghambaannya hanya kepada Tuhan yang Esa.
Didalam dirinya: "Aku adalah hamba Allah, dan selainnya adalah makhluk Tuhan. Segala kekuasaan langit dan bumi milik Allah. Namun, aku sedar tuhan mempunyai wakil wakil kerajaannya yang dipanggil malik atau malaikat yang menjadi penolong bagi Allah, terima kasih diatas kebaikkan mereka, hamba yang tahu berterima kasih kepada makhluk, maka dia tahu bagaimana untuk bersyukur kepada Tuhan Nya".
Datanglah putih atau hitam, dia tidak lari dari niat penghambaan kepada Allah, iaitu Hamba yang dalam perjalanan menuju Tuhannya yang abadi, sesiapa yang menolongnya, moga ditolong oleh Allah. Sesiapa yang menhalangnya, moga diberi hidayah oleh Allah. Moga kesabaran menghadapi penhalang-penhalangnya ini, membawa kebaikkan dikemudian hari. Orang yang beramal dengan keikhlasan tingkat ini sama sekali tak terpikir olehnya balasan keatas amalannya. Pun ia tak peduli apakah kelak di akhirat Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Hanya keredhaan dan keampunan Tuhan diharapkan.
IKHLAS KEDUA TERTINGGI
2)Tingkat IKHLAS KEDUA TINGGI adalah melakukan perbuatan karena Allah agar diberi bagian-bagian akhirat. Seperti dijauhkan dari siksaAN api neraka dan semoga dimasukkan ke dalam surga.
Pada tingkatan kedua ini orang yang beramal melakukan amalannya karena Allah namun di balik itu ia memiliki keinginan agar dengan ibadahnya kelak di akherat ia akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Ia beribadah dengan harapan kelak di hari kiamat terselamat dari neraka dan dipermudahkan hisab.
Beribadah dengan niat dan motivasi seperti ini masih ikhlas, hanya saja bukan ikhlas yang sesungguh-sungguhnya ikhlas.
TINGKAT KETIGA
3) Tingkat IKHLAS KETIGA adalah melakukan perbuatan karena Allah agar diberi habuan duniawi seperti dimurahkan rezeki dan terhindar dari hal-hal yang menyakitkan. Sebagai contoh orang yang melakukan solat dhuha dengan mengharap rezeki melimpah. Solat malam kerana hajat TERTENTU.
Hal yang demikian ini masih tetap dianggap sebagai ikhlas karena agama sendiri menawarkan imbalan-imbalan tersebut ketika memotivasi umat untuk melakukan suatu amalan tertentu. Hanya saja tingkat keikhlasannya adalah tingkat paling rendah.
Lalu bagaimana bila seorang yang beribadah atau melakukan suatu amalan dengan motivasi selain tiga hal di atas? Supaya dianggap Taat, Alim dan sebagainya. Orang ini ada penyakit dalam Hati.

No comments:
Post a Comment